Resensi Novel Genesis │ Indah Hanaco │ Pijar Psikologi - Dunia Resensi

Kumpulan resensi buku, cara resensi buku, contoh resensi buku, resensi buku fiksi, resensi buku nonfiksi, resensi novel, contoh resensi novel.

Latest Update
Fetching data...

Senin, 14 September 2020

Resensi Novel Genesis │ Indah Hanaco │ Pijar Psikologi

 

novel genesis

Dunia Resensi - Genesis


“Kadang, kita bisa memahami kenapa sampai terjadi suatu pembunuhan. Tapi, nggak akan pernah ada alasan untuk kasus pemerkosaan.”


Dibuka dengan kalimat yang membuat merinding, Genesis sukses membuatku marah, geram dan juga prihatin sekaligus, sepanjang membacanya. 

Drama berlatarkan kesehatan mental ini merupakan buku ke-46 penulis kenamaan Indah Hanaco. Kali ini dia, berkolaborasi dengan para penulis dari Pijar Psikologi. 

Diceritakan masih dengan sudut pandang penulis, namun dari sisi ketiga tokohnya membuat pembaca paham akan seperti apa sebenarnya perasaan mereka. 

Sebenarnya, ada banyak sekali isu yang dibahas di buku ini, meskipun yang paling mendominasi adalah perihal kekerasan seksual. 

Misalnya tokoh Aubry yang dari kecil menyaksikan dan merasakan kekerasan fisik dari sang ayah. Dipukul, dilempar, dan hal-hal mengerikan yang membuatnya harus mendapat pertolongan dari ahli. Trauma masa kecilnya itulah yang membuatnya tumbuh menjadi gadis tertutup dan antisosial. 

Adolf si pencadu narkoba dan alkoholic, Lilo sang predator sex, dan juga Oksana yang mengalami kekerasan seksual. Bahkan, Wing yang terlihat paling normal di antara mereka pun sebenarnya tak nyaman dengan popularitas yang dia dapatkan. Dari Wing kita jadi tau bahkan luka batin itu tidak melulu didapat karena kejadian traumatis yang besar. Bisa juga dari hal-hal kecil yang mungkin kita anggap sepele atau malah bercandaan. 

Pertama-tama penulis mengajak kita menyelami perasaan Oksana setelah mendapat kekerasan seksual, di bagian ini, emosi pembaca benar-benar diaduk. Seolah penulis menempatkan kita di posisi Oksana yang sedang kalut; marah, sedih, takut, jijik, dan putus asa secara bersamaan. 

Seperti apa pertolongan pertama yang harus didapat korban kekerasan seksual, proses penyelidikan dari polisi yang tak jarang justru membuat si korban makin depresi, jika kasusnya dibawa ke ranah hukum, dan apa yang kemudian di lakukan jika korban sampai hamil? 

Nah, apa yang harus dilakukan jika korban sampai hamil? 

Menikahkannya dengan pelaku tentu merupakan pilihan paling bodoh, karena sama saja membiarkan korban hidup dalam neraka.

Membiarkan korban membesarkan anak seorang diri juga kurang tepat karena sama dengan membiarkan korban hidup dengan mimpi buruk. Menjadi buah bibir tetangga, belum lagi nanti si anak kena imbasnya sewaktu besar. 

Melakukan aborsi? Meskipun itu terdengar keputusan paling tepat, tapi setelah itu sama saja korban akan mendapat banyak kecaman karena dianggap tidak bermoral. Tidak punya sisi kemanusiaan. 

Lalu apa yang harus dilakukan?

Baca saja bukunya dan ayo renungkan sama-sama. Hehe. 

Menurutku, membawa topik kesehatan mental pada cerita fiksi adalah tindakan yang bagus. Selama ini masyarakat kita masih menganggap tabu obrolan perihal kesehatan mental. Bahkan tak jarang yang menganggap konsultasi dengan psikologi hanya untuk orang gila. Orang depresi adalah dia yang tidak pandai bersyukur dan lemah imannya. Bahwa kekerasan seksual adalah salah pakaian si korban dan masih banyak lagi. 

Dengan adanya buku ini, semoga isu kesehatan mental bukan lagi hal tabu. Semoga cerita Oksana dan kawan-kawannya mampu membumikan isu-isu kesehatan mental. Menjadikannya topik yang layak dibahas di tongkrongan. Menyadarkan mereka yang masih denial karena takut dianggap gila. 

Terakhir, aku berharap banget akan ada seri-seri lanjutan dari buku Genesis ini. Mungkin membahas masa kecil Aubry, atau pun menceritakan sebab Lilo menjadi predator sex. 

Xoxo

***

Info buku:

Penulis: Indah Hanaco x Pijar Psikologi

Penyunting: Grace Situngkir

Penata Letak: Debora Melina

Sampul: Sarah Aghnia Husna

ISBN: 9786230016493

Kategori: Drama 18+

Cetakan Pertama: 29 Juni 2020

Tambahkan komentar di sini
EmoticonEmoticon