Resensi Buku Islam Tuhan Islam Manusia │ Haidar Bagir - Dunia Resensi

Kumpulan resensi buku, cara resensi buku, contoh resensi buku, resensi buku fiksi, resensi buku nonfiksi, resensi novel, contoh resensi novel.

Latest Update
Fetching data...

Senin, 14 September 2020

Resensi Buku Islam Tuhan Islam Manusia │ Haidar Bagir

islam tuhan islam manusia


Dunia Resensi - Resensi Buku Islam Tuhan Islam Manusia 

Tulisan-tulisan yang dirangkum dalam buku ini berbicara tentang tafsir agama dan bagaimana tafsir agama bisa diupayakan menjawab kebutuhan manusia, di zaman yang di dalamnya kita sekarang berada.


Judul buku: Islam Tuhan Islam Manusia; Agama dan Spiritualitas di Zaman Kacau (Edisi Diperkaya)

Kategori: Filsafat dan Agama

Penulis: Haidar Bagir

Penerbit: Mizan Publishing

Rating Goodreads : 4,14

ISBN: 9786024411084

Tebal: 314 halaman

Tentang penulis: Haidar Bagir lahir di Surakarta, 20 Februari 1957. Dia meraih S-1 dari Jurusan Teknologi Industri ITB (1982), S-2 dari Pusat Studi Timur Tengah, Harvard University, AS (1992), dan S-3 dari Jurusan Filsafat Universitas Indonesia (UI) dengan riset selama setahun (2000-2001) di Departemen Sejarah dan Filsafat Sains, Indiana University, Bloomington, AS. 

Blurb: 

Sebagai orang beriman, kita yakin bahwa agama berasal dari Tuhan. Tapi, agama juga mengambil bentuk sebagai agama manusia, segera setelah ia berpindah dari khazanah ketuhanan kepada wilayah kemanusiaan. Artinya, manusia tidak pernah bisa bicara tentang agama, kecuali dalam konteks manusia. Menyadari hal itu, maka seorang penganut agama mestinya tidak terkejut dan gagap untuk menerima kenyataan bahwa di kalangan agama yang sama terdapat begitu banyak perbedaan pendapat. 

Selain itu, agama diturunkan oleh Tuhan untuk manusia. Artinya, adalah suatu kesalahan jika kita mengembangkan pemahaman atas agama yang dilepaskan dari kebutuhan manusia. 

Karena itu, sudah sewajarnya agama ditafsirkan sejalan dengan kepentingan perkembangan manusia dari zaman ke zaman. Tanpa itu semua, agama akan kehilangan relevansinya dan tak lagi memiliki dampak bagi kehidupan umat manusia.

Tulisan-tulisan yang dirangkum dalam buku ini berbicara tentang tafsir agama dan bagaimana tafsir agama bisa diupayakan menjawab kebutuhan manusia, di zaman yang di dalamnya kita sekarang berada.


Resensi: 

Awal pembahasan dalam buku pembaca akan disuguhkan dengan konsep apa itu Islam tuhan dan Islam manusia kemudian pembacaan akan diarahkan memahami cara berfikir penulis dalam menjelaskan apa yang ingin disampaikan dari konsepsi atau kerangka yang dijadikan ide pokok dalam menyusun buku  ini.

Buku "Islam Tuhan Islam manusia" sendiri terdiri dari 5 bagian dan setiap bagian memiliki bab-bab yang disusun secara runtut  dan saling berhubungan mulai dari bab 1 sampai dengan bab 31.

Bagian 1 terdiri dari topik yang berkaitan dengan masalah yang akhir-akhir ini menjadi masalah bersama dalam kehidupan beragama(Islam) kita dan jika pembaca suka mengikuti tulisan-tulisan beliau dibeberapa media maka bisa dibilang buku ini menampung tulisan-tulisan beliau yang ringan namun cukup bermakna.

Bagian 2 merupakan bagian dari khazanah keislaman yang berfokus pada khazanah pemikiran Islam dan bab yang paling mencolok bagi saya sebagai pembaca pribadi adalah pada bab Hermeneutika dan teks agama, disitu penulis menjelaskan bagaimana Hermeneutika dapat diaplikasikan pada menafsir teks-teks agama.

Bagian 3 merupakan pendekatan dalam memahami dialog intra-Islam. Nah, pada bab ini pun ada hal menarik yang menurut saya sangat menambah wawasan umum mengenai dialog sunny-syiah yang mana keduanya merupakan aliran dalam Islam itu tersendiri. Saya sendiri sangat menyarankan untuk membaca karakter kita agar melihat dari sudut pandang yang tidak biasa.

Bagian ke 4 sendiri masih membahas sebuah pendekatan namun pendekatan ini berskala makro. Jika bagian ketiga membatasi pendekatan dalam ruang lingkup Islam saja, pada bagian ke 4 ini pendekatan terbilang lebih luas, misalnya saja pada budaya dan peradaban. Bagian menarik menurut saya, ada pada bab 22 dengan judul "Benarkah non-muslim identik dengan kafir?" Yah, hal ini pernah menjadi perbincangan serius khususnya di Indonesia sendiri beberapa tahun terakhir dan saya pribadi sangat menyarankan untuk membaca penjelasan yang ditulis beliau.

Bagian ke 5 dari buku Islam Tuhan Islam Manusia atau bisa dibilang bagian terakhir merupakan solusi yang menjadi penyelesaian dari masalah-masalah yang dipaparkan dari bagian 1, bisa dibilang bagian ini merupakan sebuah konsep yang penulis tawarkan dalam buku ini. Bab yang menurut saya cukup menarik adalah agama vs agama sebagai salah satu poin penting yang terkadang menjadi pengingat kita pribadi dalam beragama.

Dan bagian bonus(apendiks) dalam buku ini adalah penjelasan singkat apa itu Tasawuf.


***


image source: tokopedia.com

Tambahkan komentar di sini
EmoticonEmoticon