Resensi Buku Ilusi Demokrasi Kritik dan Otokritik Islam │ Zaim Saidi - Dunia Resensi

Kumpulan resensi buku, cara resensi buku, contoh resensi buku, resensi buku fiksi, resensi buku nonfiksi, resensi novel, contoh resensi novel.

Latest Update
Fetching data...

Sabtu, 18 Juli 2020

Resensi Buku Ilusi Demokrasi Kritik dan Otokritik Islam │ Zaim Saidi


Dunia Resensi - Resensi Buku Ilusi Demokrasi 

 
Demokrasi merupakan mesin politik kekuatan uang demi melestarikan negara-budak (slave state). Sistem demokrasi menjadikan negara-bangsa tidak relevan dan pemerintahan nasional kehilangan otoritas memerintah. Kebijakan pemerintahan demokrasi tak lebih dari menjalankan keputusan dan kepentingan kekuatan oligarki kapitalis bankir internasional (kelas kapitalis). Kapitalisme adalah sistem yang dibangun di atas fondasi riba dan menjadikan riba sebagai doktrin yang absolut. Dalam perspektif ini sosialisme pun adalah kapitalisme dalam versi lain, yakni kapitalisme negara (state capitalism).

Paham kapitalisme dalam negara modern telah ditetapkan dalam tiap konstitusi dengan elemen utama di dalamnya berupa sistem bank sentral, uang kertas, dan pajak. Buku ini membicarakan dua sisi dari koin yang sama. Pertama, tentang kritik Islam atas sistem kehidupan modern, yaitu kapitalisme dan mesin kekuasaan yang mendukungnya, negara fiskal dengan demokrasinya.

Kedua, tentang upaya umat Islam – dengan studi kasus umat Islam di Cape Town, Afrika Selatan - untuk merestorasi cara hidup Islami sebagai jalan keluar atas persoalan yang ditimbulkan oleh modernitas, dengan menerapkan kembali syari’ah. Model yang mereka tempuh adalah ’amal Madinah, yakni perilaku penduduk Madinah, dari tiga generasi pertama Islam.

Islam ditawarkan sebagai solusi dengan menghidupkan kembali muamalat, restorasi zakat, pasar terbuka, wakaf, kontrak-kontrak bisnis syirkat dan qirad, gilda, pemakaian dinar emas dan dirham perak, dan karavan dagang. Suatu pendekatan yang melampaui dialektika palsu dua wajah Islam, yang kini ditampilkan di muka publik, yakni Islam radikal dan Islam liberal. Keduanya adalah produk kembar kapitalisme.

Resensi Ilusi Demokrasi

Buku ini memuat 9 bab dan pada bab 9 merupakan kesimpulan dari bab-bab sebelumnya. Nah, kebetulan banget buat kamu yang males baca, tapi penasaran dengan isinya bisa membaca langsung dari bab 9 yang merupakan kesimpulan atau baca ulasan ini lebih lanjut, yah. Meskipun aku sendiri tidak mengulasnya secara keseluruhan apalagi menjabarkan setiap bab.

Oh, iya! Sebelumnya, buku yang aku review merupakan buku versi ebook yang diterbitkan pada tahun 2016 sedangkan versi cetak dengan cover yang berbeda diterbitkan pada tahun 2007. Dan yang lebih penting--menurutku menarik--adalah adanya penjelasan ringkas sebelum pemaparan pada setiap bab. Penjelasan ringkas itu adalah pokok pembahasan pada setiap bab. Hal itu menurutku sangat membantu untuk membuat kita memilih bab menarik mana yang ingin dibaca. Buku ini juga memuat gambar penjelasan bahkan ilustrasi mengenai apa yang sedang di bahas.

Sebelumnya, bab yang ingin aku bahas pada ulasan kali ini adalah  Bab 2 yaitu "Negara Fiskal: Demokrasi dan Otoritarianisme Kapital".

Fiskal sendiri merupakan sebuah istilah yang merujuk pada pembahasan pajak dan ini erat kaitannya dengan negara. Kemudian, dilanjutkan oleh demokrasi. Yup, demokrasi sendiri merupakan sistem pemerintahan yang sekarang ini mendominasi dunia. Bisa dibilang kebanyakan sistem pemerintahan di dunia saat ini adalah demokrasi. 

Yang paling bikin gregetan adalah Otoritarianisme Kapital dari beberapa kata sebelumnya pada bab 2 ini. Aku sendiri sudah membayangkan apa saja yang dibahas, tapi ketika ditambahkan dengan Otoritarianisme Kapital aku mikir kembali apakah setiap definisi kata-kata sebelumnya yang kuketahui tak sesuai atau kurang tepat? Atau jangan-jangan ada sebuah redefinisi? 

Sudahlah, aku pikir daripada banyak menduga-duga lebih baik kubaca saja. Benar saja, setelah membacanya aku jadi ingat perkataan Sokrates. Yup, Sokrates sendiri membenci sistem pemerintahan demokrasi dengan sebuah alasan:

"Tidak semua orang mampu untuk menentukan pilihan karena sebuah pilihan itu harus memiliki sebuah skill dan pengetahuan mumpuni agar pilihannya tepat." 

Pada bab ini juga memuat sejarah uang kertas dan perlu diketahui bahwa sekarang ini peredaran uang sebagian besar tanpa ada backup material yang menopangnya, maksudnya adalah nilai materialnya. Setelah membacanya, aku jadi ingat Dinaran. Ya, memang terdengar asing, tapi jika kalian pernah mendengar MMT (Modern Monetary Theory) pasti bakal langsung tau apa itu Dinaran.. Dinaran adalah sebuah aplikasi karya anak bangsa untuk transaksi jual beli emas secara digital yang terkoneksi dengan sistem Gerbang Pembayaran Nasional dengan mengedepankan kekuatan rupiah. 

Pada saat Anda memiliki akun Dinaran, maka “Setiap Rupiah Anda Ada Emas Senilai Uang Anda”. Karena memang setiap rupiah yang Anda transaksikan adalah untuk membeli emas. Itulah penjelasan yang aku kutip dari dinaran.id.

Lanjut ... pada bab tersebut selain membahas sejarah uang kertas dengan sistemnya, tak luput juga mengurai tentang VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie). VOC sendiri merupakan Perusahaan multinasional pertama di dunia dari Belanda.


Setelah membaca judul buku ini aku sempat terpikirkan apakah dalam buku ini ada upaya dedolarisasi? Lalu, kapan pembahasan Otoritarianisme Kapital-nya?

Kalau  penasaran, silakan langsung baca bukunya ya ...!


***


Biografi Zaim Saidi

1. Pendidikan tinggi formal di Institut Pertanian Bogor (1986) dan Sydney University (1997)
2. Penulis :
- Ilusi Demokrasi (2007)
- Lawan Dolar dengan Dinar (2001)
- Kembali Ke Dinar: Tegakkan Muamalat, Tinggalkan Riba (Pustaka Adina, 2003)
- Tidak Islamnya Bank Islam (Pustaka Adina, 2003) direvisi menjadi Tidak Syariahnya Bank Syariah (Delokomotif, 2013)
3. Pemimpin Amirat Indonesia, yang terus mengupayakan kembalinya syariat Islam dalam kehidupan sehari-hari umat Islam.
4. Mendirikan Wakala Induk Nusantara (WIN) sebagai lembaga terkait Dirham
5. Penggerak Baitul Mal Nusantara (BMN) untuk penarikan dan pembagian zakat mal dalam dinar dan dirham, serta mendorong terbangunnya jaringan pengguna Dinar Dirham di Nusantara.
6. Memasyaratkan Pasar Muamalah, di mana masyarakat berjual beli dengan Dirham perak, di pasar terbuka, yang tanpa sewa, tanpa pajak, dan tanpa riba.
7. Pendiri penerbitan Pustaka Adina sebagai salah satu media syiar dan dakwahnya.


Beliau juga dapat ditemukan di:

website :
https://zaimsaidi.com/about/

Facebook :
https://www.facebook.com/zaim.saidi.7

Twitter : https://twitter.com/ZaimSaidi?s=09

Info buku:

Judul: ILUSI DEMOKRASI
Penulis: Zaim Saidi
Halaman: 351
Penerbit: Pustaka Adina
Rating: 3.75


Tambahkan komentar di sini
EmoticonEmoticon