Resensi Novel If Only │Innayah Putri - Dunia Resensi

Kumpulan resensi buku, cara resensi buku, contoh resensi buku, resensi buku fiksi, resensi buku nonfiksi, resensi novel, contoh resensi novel.

Latest Update
Fetching data...

Sabtu, 18 Januari 2020

Resensi Novel If Only │Innayah Putri

resensi novel if only, novel if only


Dunia Resensi - Resensi novel If Only.

"Kita berkeras kepala, memintal benang demi benang kemungkinan agar terwujud sebuah harapan. Sekalipun memahami bahwa akhir bahagia merupakan perihal yang fana."

Oke, jadi sudah dua kali aku baca novel If Only ini, dan selalu nangis. This is a beautiful sad story. Ceritanya begitu kelam dan dramatis.


Deskripsi :

Arjuna Pranaja. Pemuda bermata gelap itu telah belajar banyak mengenai kehilangan. Keluarga kecilnya berantakan, hal-hal menyakitkan terjadi di depan matanya, orang-orang tercintanya pergi tanpa pernah bisa kembali.
Selang waktu berjalan, ia berusaha untuk bangkit. Ia kira setelah segala hal menyakitkan terjadi, tinggal senyum yang menanti.
Saat itulah, Kiana Niranjana berdiri di sana, membawanya keluar dari labirin masa lalu yang gelap. Gadis itu mengajarkannya cara tertawa, juga bahagia.
Tapi ternyata, semesta memang kerap kali suka bercanda. Badai itu belum reda sepenuhnya. Luka itu belum kering seutuhnya. Keberadaan Kiana justru menyeretnya menuju luka yang lebih dalam.
Hingga pada satu titik kelelahannya, ia mulai bertanya-tanya:
Mungkinkah ia memiliki akhir yang bahagia?

Ulasan: 

Alasan kenapa akhirnya aku membeli dan membacanya tak lebih karena aku butuh asupan ke-halu-an setelah pusing dengan pekerjaan dunia nyata. And then aku ketemu If Only yang covernya comotable ini. 

Dari awal membawa pulang If Only, aku tidak menaruh ekspektasi apa-apa. Bahkan stiker “Dibaca 2,4 juta kali di Wattpad” yang menempel di sampul terkesan biasa saja. Sudah sering tertipu stiker semacam itu soalnya. Hehe.

Seperti dugaanku, ceritanya memang lumayan klise dan dramatis. Aku memulai awal petualangan bersama Kiana dan Juna dengan prolog yang wow! Dalam dan kelam. Akan tetapi, di lembar-lembar bab satu dan seterusnya aku sudah punya gambaran akan seperti apa cerita ini dikemas. 

Tokohnya kurang memorable, itu benar. Satu hal yang membuatnya gampang diingat hanyalah gambaran fisik seperti, Juna cakep banget. Sudah seperti itu, mungkin karena penulis kurang menggali karakter setiap tokohnya. 

Pada awalnya aku dibuat kesal dengan tingkah Kiana yang childish, tapi dengan berlanjutnya alur cerita dan banyak kejadian yang menimpa, Kiana semakin dewasa.

Dari yang aku tangkap, kenapa banyak yang naksir Kiana ya karena dia cantik. Udah gitu doang. Karena sekali lagi, karakter di setiap tokohnya kurang kuat. 

Entah kenapa di bagian awal bukunya cenderung datar. Masa-masa pedekate Juna-Kiana juga tidak terjadi sesuatu yang mak deg! Hehe. Gimana ya jelasinnya? Contohnya, saat Dimas cemburu. Ohh, oke, Dimas lagi cemburu. Cuma seperti itu, kaya susah buat simpati ke tokohnya. Meskipun, ada banyak juga scene yang bikin ketawa-ketawa. Misalnya celetukan ngasal Kiana.

Di tengah menjelang akhir cerita, dari yang mulanya klise, berubah menjadi melodramatis. Sebuah rahasia terungkap dan mereka hancur. Rahasia apa, tentu tidak aku sebutkan di sini.  Jujur saja, di bagian ini aku bener-bener nangis. Sakitnya kerasa banget. Dan kupikir akan ada plot twist or something, nyatanya cerita berakhir seperti yang aku kira. Yah, mungkin ending seperti itu memang solusi paling mudah untuk masalah kedua karakter yang rumit. 

Terlepas dari semua poin-poin negative yang aku uraikan di atas, cara bercerita Innayah Putri tergolong mengalir dan mudah dicerna. Banyak quotes menarik dalam setiap pergantian bab, dan aku suka kalimat-kalimat puitis Innayah Putri di buku ini. Love!

"Forget the truth just for a while." -246


Catatan: Ulasan ini dibuat berdasarkan subjektifku saja, mungkin pembaca lain akan mendapat kesan yang berbeda. 

Selamat membaca. ❤


Judul: If Only
Penulis: Innayah Putri
Halaman: 343 halaman
Genre: Teenlit, Romance
Penerbit: Bentang Pustaka
ISBN: 9786024302689
Rate: ★★★


Tambahkan komentar di sini
EmoticonEmoticon