Dia adalah Kakakku - Tere Liye - Dunia Resensi

Kumpulan resensi buku, cara resensi buku, contoh resensi buku, resensi buku fiksi, resensi buku nonfiksi, resensi novel, contoh resensi novel.

Latest Update
Fetching data...

Senin, 05 Agustus 2019

Dia adalah Kakakku - Tere Liye

Dia-adalah-kakakku, tere-liye, novel-tere-liye


Resensi Novel Dia adalah Kakakku -


Sebentar, sebelum mulai meresensi bukunya, aku mau cerita kalau ini buku kedua Oom Darwis yang aku baca. Sebelumnya aku belum pernah milirik karya beliau kecuali novelnya yang berjudul Pulang.

Jadi kenapa tertarik baca, Na? Karena, temanku nangis-nangis di coffeeshop dan diperhatiin banyak orang gara-gara baca buku ini. Kesannya seperti aku apakan saja. Dih! Padahal dia baper aja sama novel. Nah, setelah itu aku putuskan untuk membacanya juga.

Karena sepertinya kalian sudah tau siapa itu Tere Liye a.k.a Oom Darwis, maka kali ini kita skip saja bagian pengenalan penulis. Oke?

Lalu, kesan seperti apa yang aku dapat?

Katanya, novel Dia adalah Kakakku ini adalah wajah baru dari novel Bidadari-bidadari Surga. Sayangnya, aku belum begitu paham karena belum baca. Ada yang pernah baca?

Novel Dia adalah Kakakku bercerita tentang seorang kakak yang rela berkorban untuk membiayai adik - adiknya sekolah.

Diceritakan Laisa kecil memutuskan untuk berhenti sekolah dan bekerja keras di ladang membantu mamaknya.

Sangat banyak pengorbanan yang diberikan Laisa demi adik-adiknya.  Dia bahkan nekat menghadapi harimau Gunung Kender demi menyelamatkan Ikanuri dan Wibisana, dua sigung nakal yang lari dari rumah.

Dia bahkan rela menembus hujan di tengah malam melewati bukit demi menyelamatkan Yashinta yang tengah sakit keras.

Dia juga berani membela Dalimunte di depan seluruh warga dalam pertemuan di Balai Kampung.

Laisa juga berani mengambil keputusan mencoba menanam strawberry di kampung mereka. Keputusan yang merubah nasib seluruh warga di kampung tersebut.

Hasil dari didikan keras Laisa, adik-adiknya berhasil meraih cita-citanya. Dalimunte berhasil menjadi professor ternama, Ikanuri dan Wibisana memiliki bengkel modifikasi mobil balap, dan Yashinta menjadi sarjana biologi lulusan Belanda.

Namun bagaimana dengan nasib Laisa?

Selain rela berkorban, novel ini juga mengajarkan arti menerima, definisi kerja keras, sifat kekeluargaan, kebersamaan, rasa kehilangan, kesederhanaan, berbakti, dan perjuangan. Seperti biasa, Tere liye menyajikan cerita mendidik dengan menyelipkan makna - makna dari kehidupan.

Alur campuran khas Tere Liye juga menarik, gaya mendongengnya itu menghanyutkan. Mengaduk-aduk emosi pembaca. Antara terharu, sedih, kesal, lucu, sesekali tertampar akan kenyataan.

Setting tempatnya pun sangat hidup. Seperti keadaan di Lembah Lahambay yang terkesan begitu nyata. Seolah penulis benar-benar menyaksikan langsung dan membagikan ceritanya pada pembaca.

Penokohan, ah, yang satu ini jangan diragukan lagi. Tokohnya hidup dan memiliki karakter, mudah diingat dan memiliki ciri.

Terlepas dari semua keistimewaan isi buku Dia adalah Kakakku ini, di halaman 106 terdapat kesalahan penulisan yang mengakibatkan salah makna, "Juwita dan Delima memutuskan untuk tidak banyak berdebat lagi. Membiarkan saja putri-putri tunggal mereka membawanya...". Sedangkan, Juwita dan Delima adalah anak Wulan dan Jasmine. Sehingga, pada kalimat tersebut nama Juwita dan Delima harusnya diganti menjadi Wulan dan Jasmine.

Namun, meskipun demikian tidak mengurangi makna cerita yang ingin disampaikan penulis. Sebuah perjalanan hidup yang bisa kita teladani dan ketahui bahwa diluar sana ada orang yang memikul beban hidup yang lebih besar daripada hal sepele yang sering kita keluhkan. 😉


"Pulanglah, anak-anakku! Untuk pertama dan terakhir kalinya, kakak kalian membutuhkan kalian." Dia adalah Kakakku, hal 3.


Penulis: Tere Liye

Editor: Andriyati
Penerbit: Republika
394 halaman
Cetakan kedua, November 2018
ISBN: 978-602-5734-37-3





Tambahkan komentar di sini
EmoticonEmoticon