Mark Manson: Seni Bersikap Bodo Amat - Dunia Resensi

Kumpulan resensi buku, cara resensi buku, contoh resensi buku, resensi buku fiksi, resensi buku nonfiksi, resensi novel, contoh resensi novel.

Latest Update
Fetching data...

Selasa, 30 Juli 2019

Mark Manson: Seni Bersikap Bodo Amat


seni-bersikap-bodo-amat


Review Seni Bersikap Bodo Amat

Dalam hidup ini, kita hanya punya kepedulian dalam jumlah yang terbatas. Makanya, Anda harus bijaksana dalam menentukan kepedulian Anda.” Mark Manson, Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat.



Penulis : Mark Manson

Editor : Adinto F. Susanto
Penerbit : Grasindo
Halaman : 246 hal
ISBN : 978-602-452-698-6
Kategori : Self Improvement
Pertama Terbit : Februari 2018
Alih Bahasa : F. Wicaksono



Blurb :

Dalam buku pengembangan diri yang mewakili generasi ini, seorang blogger superstar menunjukan pada kita bahwa kunci untuk menjadi orang yang lebih kuat, lebih bahagia adalah dengan mengerjakan segala tantangan dengan lebih baik dan berhenti memaksa diri untuk menjadi “positif” di setiap saat.

Oke, sebelum aku mulai bahas soal buku orange ini, aku mau ajak kalian kenalan sama Mark Manson.
Siapa dia? Mark Manson adalah blogger kenamaan New York dengan jutaan pembaca. Dia memulai kiprahnya di dunia digital tahun 2009 dan Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat  merupakan buku pertamanya. Terbit tahun 2016 di negara asalnya dan keluar versi Indonesia tahun 2018. Tapi, kalian tau nggak, kalau dari pertama terbit versi bahasa Indonesianya sampai saat aku nulis artikel ini, bukunya sudah 17x naik cetak. Wow! 17x cetak ulang!
Bukan cuma itu aja, buku yang berjudul asli The Subtle Art of Not Giving a F*ck ini juga dinobatkan sebagai buku terlaris versi New York Times dan Globe and Mail. Sebenarnya apa sih, yang istimewa dari buku ini?

Oh iya, tunggu dulu. Sesuai label yang tertera di sampul belakangnya. Buku ini memang disarankan untuk usia 17+ karena bahasa yang digunakan tergolong frontal. Aku saja harus mengulang beberapa kalimat untuk memahami maksudnya.

Oke langsung saja,
Check this out!


Berisi 9 bab yang akan membuka mata dan menyegarkan pola berpikir kita. Dengan buku Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat, Mark Manson menuangkan gagasannya secara terstruktur dan lugas.

Dari judulnya mungkin kalian akan berpikir kalau Mark mengajarkan kita supaya egois. Tapi ternyata tidak sepenuhnya benar lhoo. Mark hanya mengajak kita egois dalam beberapa hal. Memilah mana yang perlu diperhatikan dan mana yang tidak. Ambilah contoh, kita yang khawatir dengan komentar orang mengenai pakaian yang kita kenakan. Dengan bukunya, Mark mengajak kita untuk menjadi nyaman dengan diri kita sendiri.

Jangan berusaha!
Lho, kok jangan berusaha?
Jadi, maksud Mark adalah jangan berusaha lebih. Jangan memaksakan dirimu menjadi lebih baik dari orang lain. Karena itu hanya akan membebanimu. Iya, kan? Sebaik apapun kamu, kalau orang sudah tidak suka ya tetap saja buruk. Intinya, Mark mengajak pembacanya untuk nyaman menjadi dirinya sendiri.

“Anda tidak akan pernah bahagia jika Anda terus mencari apa yang terkandung di dalam kebahagiaan. Anda tidak akan pernah hidup jika terus mencari kehidupan.”  Atau dengan kata lain Jangan berusaha. Hal 11.

Lalu apa maksud dari seni bersikap bodo amat? Bodo amat saja kok pakai seni?

Di sini, Mark membagi seni bersikap bodo amat menjadi tiga.

Seni yang pertama adalah masa bodoh dengan kesulitan-kesulitan yang kita hadapi dalam mencapai tujuan. Harusnya kita nikmati saja, atau dalam kata lain, jangan anggap itu sebagai kesulitan melainkan proses.

Seni yang kedua, buat skala prioritas. Temukan hal-hal yang perlu kamu prioritaskan. Karena dengan begitu kita bisa bersikap masa bodoh dengan hal lain.

Kemudian seni yang ketiga, seperti mempertegas seni sebelumnya, kita mulai memilah mana yang penting dan mana yang tidak. Meskipun sesuatu yang penting itu bersifat sederhana, tapi kita bisa bahagia dengan kesederhanaan itu.

“Kunci untuk kehidupan yang baik bukan tentang memedulikan lebih banyak hal; tapi tentang memedulikan hal yang sederhana saja, hanya peduli tentang apa yang benar dan mendesak dan penting.” -Mark Manson

Didukung beberapa kisah inspiratif dari Charles Bukowski, Dave Mustaine, dan William James. Menambah kesan bahwa memang apa yang berusaha Mark sampaikan itu seperti pikiran kebanyakan orang. Mark seperti bisa membaca apa yang sedang kita pikirkan. Kemudian setelah membaca buku ini kita seperti, “benar juga, ya?”

Tidak seperti kebanyakan buku motivasi lainnya yang disampaikan dengan bahasa yang positif dan mendukung. Buku ini justru disampaikan secara blak-blakan dan menampar.

Sebenarnya, masih banyak pembahasan dalam buku ini. Seperti, terkadang kebahagiaan itu membawa masalah. Pentingnya mengatakan tidak. Dan ada satu bagian yang membahas tentang hubungan dengan pasangan supaya bertahan lama dan sebagainya.

So, aku pikir, ini buku yang sangat tepat untuk meluruskan pikiran-pikiran yang wara-wiri mengenai makna hidup.

Apa kamu tertarik?

1 komentar:

  1. Ulasan yang sangat bermanfaat. Ditunggu ulasan buku lainnya.

    BalasHapus

Tambahkan komentar di sini
EmoticonEmoticon