Review Novel THE WANKER - AliaZalea - Dunia Resensi

Kumpulan resensi buku, cara resensi buku, contoh resensi buku, resensi buku fiksi, resensi buku nonfiksi, resensi novel, contoh resensi novel.

Latest Update
Fetching data...

Rabu, 27 Februari 2019

Review Novel THE WANKER - AliaZalea


review novel the wanker aliazalea

Review Novel THE WANKER karya AliaZalea - “I don’t just love her. I want to date her, take care of her, support her, be there for her, and beat the shit out of Bobby if he ever shows his face again... I want to do everything with her,” hal ~310




Penulis : AliaZalea Editors : Harriska Adiati & Claudia Von Nasution
Genre : Romance, Metropop
ISBN : 9786020620503
Halaman : 328 hlm.; 20cm


Blurb Novel THE WANKER:


Lu baru pindah ke apartemen barunya dan ada tiga hal yang dia sadari. Pertama, apartemennya berhantu; kedua, dia tidak bisa hidup tanpa Lola, terrier-nya; ketiga, tetangga depannya, Nico, adalah seorang bajingan alias wanker. A very hot and very famous wanker, but still a wanker.

Tetapi suatu insiden membuat Lu menemukan seorang teman pada diri Nico. Lu menyadari mereka memiliki banyak kesamaan, dan mungkin Nico tidak se-wanker itu. Sayangnya, kesalahpahaman terjadi, sehingga Lu harus mempertanyakan lagi anggapannya tentang Nico. Karena ternyata tetangganya bukan saja seorang wanker, tapi superwanker.


Review Novel THE WANKER karya aliaZalea:


Di sampul depan novel ini jelas tertulis seperti apa kualitas si penulis. Ya, memang benar. Siapa yang tidak kenal aliaZalea? Wanita berzodiak taurus itu memang sudah melahirkan banyak novel bestseller. The Wanker sendiri merupakan novel kedua Pentagon series. Setelah sebelumnya Kak Alia mengisahkan Tarran sang leader Pentagon dengan pacarnya Lea, di novel Boy Toy. Kini Kak Alia datang membawa cerita Nico —bapaknya the boys— dengan tetangga depan apartemennya.

Novel ini diawali dengan cerita Nico yang gagal move on dari pacar sebelumnya, —Denok. Dilanjutkan dengan kepindahan Lu ke apartemen depan Nico dan sebuah kebetulan terjadi. Bau parfum Lu sama dengan bau Denok membuat Nico sebisa mungkin menghindari Lu.

Tapi suatu pagi di depan lift, Nico melakukan kesalahan fatal dan membuat Lu marah besar. Tidak hanya sampai di sana, hubungan keduanya membaik setelah Nico bertemu Lu di gym dan mengutarakan permintaan maaf secara langsung. Kemudian konflik kembali terjadi dan boom! Meledak lebih besar.

Dari dulu aku sudah suka dengan cara bercerita Kak Alia. Konflik yang ringan namun dikemas dengan menarik. Chemistry antara tokoh sangat kuat meskipun tidak banyak berinteraksi secara langsung. Mengalir lancar seperti air. Tidak hanya membuat baper, tapi juga deg-degan dan lucu.

Tidak hanya membahas soal cinta tapi juga menggambarkan sebuah keluarga, dan persahabatan. Seperti hubungan Lu dangan Kafka —kakaknya. Kalau kalian baca novel Kak Alia yang Crash into You, kalian bakal kenal sama kakaknya Lu ini.

Juga support the boys untuk masing-masing personel sangat terasa. Sangat solid meskipun dengan perbedaan mereka. Seperti kata Pierre di halaman 286.
“All for one, one for all, guys.”

Di akhir cerita aku dibuat tertawa terbahak-bahak sama kelakuan Lu-Nico saat membuat kesepakatan. Haha.
Yah, meskipun tau mau dibawa ke mana cerita ini, tapi aku cukup puas dengan jalan ceritanya. Lebih puas daripada Boy Toy, seri Pentagon pertama yang terkesan datar. Menurutku the Wanker lebih menggebrak!

Sedikit kekurangannya, kalau kalian jeli membaca bakal ketemu sedikit typo. Dan juga, menurutku karakter Lu dan Nico ini digambarkan sedikit kontradiktif.
Katanya, Lu adalah pemilik kelab malam. Tapi, kenapa Kafka harus ribut ketika Lu mengatakan akan tinggal sendiri dan pindah ke apartemen yang sepi? Kalau dipikir bukannya Lu sudah terbiasa? Dan lagi, katanya Lu ini wanita yang independen, smart dan kuat. Tapi yang aku tangkap dia ini berada di bawah bayang-bayang Kafka.

Lalu, karakter Nico. Kalau ingat Nico, dia itu manja banget. Pengen uwel-uwel rasanya. Dia bilang, dia ingin membuat Denok menangis karena melihat Nico yang sekarang semakin Hot! Tapi yang selanjutnya terjadi dia tidak suka terlihat hot. Entahlah. Satu lagi, terlalu banyak umpatan di novel ini, atau mungkin memang begitu karakter yang sedang ingin dibagun Kak Alia.

So, aku tidak menyesal membaca karya-karya Kak Alia. Selalu berkesan. Tapi, jangan lupakan lebel 17+ di sampul belakang buku ini, ya. Karena memang ada beberapa adegan yang, err... 17++

3.5 ⭐ untuk novel kece ini.
Ditunggu seri Pentagon selanjutnya. Apakah akan mengisahkan Adam dan tunangannya Zi?



Tambahkan komentar di sini
EmoticonEmoticon