Review Novel Jakarta Jingga - Dunia Resensi

Kumpulan resensi buku, cara resensi buku, contoh resensi buku, resensi buku fiksi, resensi buku nonfiksi, resensi novel, contoh resensi novel.

Latest Update
Fetching data...

Senin, 18 Februari 2019

Review Novel Jakarta Jingga

review novel jakarta jinga




"Aku ingin berada di sini untuk menatap langit jingga bersama kamu, aku ingin melakukan ini. Menatap Jakarta jingga bersama Alana Mahesa." (Hal 154-155)



Judul : Jakarta Jingga 
Penulis : Ria N. Badaria
Editor : Irna Permanasari
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN : 978-602-03-3801-9
Terbitan Pertama : Jakarta, 2017
Halaman : 304 Hal


Blurb :
Cinta itu rasa yang seharusnya diperlakukan layaknya barang rongsokan yang mesti dibuang alih-alih disimpan dan dipertahankan. Alana Mahesa



Review :


Sebuah novel yang mengisahkan seorang sutradara muda bernama Harendra Tama. Rendra terobsesi pada novel Alana Mahesa, penulis angkuh yang selalu menyiksa setiap tokoh dalam novelnya. 

Namun Rendra harus bekerja keras untuk bisa meluluhkan hati Alana yang sekeras batu. Alana sangat blak-blakan menolak tawaran Rendra tentang novelnya. Tapi, Rendra yang selalu berprinsip obsesi adalah kunci meraih mimpi, tidak pantang menyerah membujuk Alana. 

Alana mempunyai masa lalu buruk yang mengubah sosoknya menjadi dingin. Dan anehnya, keangkuhan Alanalah yang membuat seorang Rendra bertekuk lutut. Hingga pendekatan yang awalnya bertujuan kerja sama berubah menjadi pendekatan lain. 

Penulis menceritakannya dengan ringan dan dengan porsi yang pas. Setiap tokoh
diberikan karakter kuat dan mencolok membuat pembaca mudah jatuh dan larut dalam cerita.

Story tellingnya juga mengalir. Kadang kesel sama sikap Alana yang terlalu arogan, cuek dan menutup mata dari ketulusan Rendra.

Meleleh dengan sikap Rendra yang manis, gombal tapi tidak terkesan gombal. Kegigihan Rendra memperjuangkan Alana. 

Scene Alana Rendra saat akur itu, nyentuh hati banget. 

"Jika pelukan ini terlepas, aku akan kembali meraihmu untuk memelukmu lebih erat dari sebelumnya, agar kamu tidak bisa pergi dariku dan tetap bersamaku." Aku ikut merona dan berdebar membaca kalimat Rendra untuk Alana pada bagian ini. (Hal 210)

Tidak hanya interaksi kedua tokoh utama, interaksi tokoh yang berhubungan juga asik diikuti.
Terungkapnya masa lalu Alana membuatku sedikit menahan napas saat membaca. Nyesek, Cuyy! 😭

Dan begitulah penulis menciptakan ending yang terbaik. 

Menurutku, bacaan yang cukup ringan dan menghibur. Cocok untuk kamu-kamu yang galau dan butuh alasan buat nangis. Haha. Sedikit minusnya, alurnya bisa ditebak, ada beberapa scene yang agak drama. Tapi kan romance nggak ada drama kurang greget, ya? Terus sampulnya juga kurang menggugah walaupun sudah bisa menggambarkan isi buku. 

So, untuk novel Kak Ria yang ini aku kasih empat bingang deh. ⭐⭐⭐⭐
Sukses buat novel-novel selanjutnya.





Tambahkan komentar di sini
EmoticonEmoticon