Review Novel Sin - Dunia Resensi

Kumpulan resensi buku, cara resensi buku, contoh resensi buku, resensi buku fiksi, resensi buku nonfiksi, resensi novel, contoh resensi novel.

Latest Update
Fetching data...

Jumat, 22 Februari 2019

Review Novel Sin

review novel sin

"Gue bakal ngizinin lo masuk ke kehidupan gue. Tapi, sebelum itu, satu yang perlu lo tau. Gue gak punya jalan keluar. Sekali lo masuk, gue gak akan biarin lo pergi." Halaman 201

Judul: Sin

Penulis: Faradita
Editor: Priska Ghania
Penerbit: Kubus Media
Genre: Fiksi Remaja
Isi: 450 halaman
ISBN: 978-602-6731-04-3


Hai, hallo!

Aku mau ngajakin kalian ngegosipin novel Sin nih. Setelah lamaaa ... banget nggak nge-post review novel, karena memang nggak ada buku yang aku baca belakangan ini. Kali ini aku bisikin sedikit rahasia yang terbungkus rapi di balik cover unyunya Sin.

Blurb:

Ametta Rinjani.Cewek paling cantik di sekolah. Suka dugem, sombong, tidak peduli pada apa pun selain dirinya sendiri. Memiliki predikat playgirl dengan mantan di mana-mana. Niatnya hanya satu, membuat semua cowok bertekuk lutut di bawah kakinya, kemudian menendangnya jauh-jauh.

Raga Angkasa.

Cowok pendiam yang tidak pernah suka menjadi sorotan di sekolahnya. Lebih senang menyendiri di taman belakang jika teman-teman futsalnya sedang sibuk merokok di kantin. Ia hanya punya satu tujuan, menjauh dari cewek bermasalah mana pun hingga lulus nanti.

Metta merasa menemukan mainan baru dalam penolakan Raga. Jika cowok itu menyebut dirinya adalah sumber masalah, maka dengan senang hati ia bersedia membuktikan seberapa besar masalah yang bisa ia berikan.

***

Review:


Jadi, novel Sin tuh nyeritain Metta, cewek paling cantik di sekolah. Sedang Raga Angkasa, cowok kalem, pendiam yang nggak suka jadi sorotan di sekolahnya. Motto Raga adalah cukup lulus SMA tepat waktu dan menjalani peran yang sudah disiapkan sang ayah. Tapi, itu semua harus kandas setelah Raga bertemu Metta. Cewek keras kepala itu terus saja mengejarnya. Sampai Metta mengetahui rahasia Raga dan akhirnya mereka pacaran. Meskipun sikap Raga nggak berubah. Cuek dan pura-pura nggak peduli.

Duh, ya, interaksi mereka di awal itu bikin gemes, aku aja sampe cengar-cengir sendiri bacanya. Penulis dengan runtut dan detil menyusun setiap kejadian, tapi nggak bosenin. Keren, kan?

Pokoknya, pembaca dijamin bakal nikmatin banget kelakuan nggak jelas mereka di novel Sin ini. Dari yang nggak peduli jadi sayang, dari yang menghindar jadi takut kehilangan. Sampai fakta demi fakta terungkap memaksa mereka berpisah di saat mereka benar-benar sudah jatuh telalu dalam pada kubangan bernama cinta. Duilehh!

Karakternya hidup, mudah dicintai. Metta yang songong, Lala dan stephanie tipe sahabat cablak tapi care, Rio yang tergila-gila sama Metta tapi cemen, Kevin yang dewasa, Sonya yang bikin kesel karena sifat posesifnya sama Raga. Dan terakhir, Raga. Aaaa ... aku jatuh cinta sama Bang Agaaaa. Dia itu romantis, sok cuek tapi hatinya lembut kaya gulali, penuh kasih. (Karungin Bang Aga pulang. :)

Keseluruhan ceritanya aku suka, suka banget sampai nggak bisa berhenti baca. Semalaman aku nggak tidur sampai subuh. Penulis bisa banget ngegambarin kondisi Metta, betapa kesepian dia di balik hidup mewahnya. Kayak gimana dinginnya rumah Raga. Perhatian-perhatian kecil Raga buat Metta. Aku nggak ada kata buat jelasin deh seperti apa ngebaperinnya ini buku. Pokoknya aku suka aja. :)

Kekurangan dari buku ini, mungkin ada beberapa ejaan yang nggak sesuai EBI, ada beberapa typo, dialog tag, sesekali salah menyebut nama, kalimat yang kadang terlalu berputar, cerita teenfic yang agak vulgar karena ada beberapa adegan atau aktivitas yang seharusnya nggak anak SMA lakukan. Mau bilang novel teenfic yang cocok untuk kalangan remaja, tapi isinya kok nggak disensor. Hihi.

Lalu setting tempatnya di mana? Entahlah, tapi kalau dilihat dari gaya dan cara berbicara mereka sepertinya anak metropolis? Nah satu lagi, untuk buku setebal 450 halaman covernya tipis banget, lentur jadi mudah tertekuk. Dan oh ya, endingnya terkesan buru-buru. Mungkin akan lebih pas kalau dari 45 chapter ini dijadikan dua buku?

Itu saja, selebihnya aku suka dan sampai saat nulis ini pun masih senyam-senyum baper sama Bang Aga 😍.

⭐⭐⭐ buat novel keren Kak Faradita.




Baca juga: Review Novel Jakarta Jingga


Tambahkan komentar di sini
EmoticonEmoticon