Dunia Resensi

Kumpulan resensi buku, cara resensi buku, contoh resensi buku, resensi buku fiksi, resensi buku nonfiksi, resensi novel, contoh resensi novel.

Latest Update
Fetching data...

Kamis, 08 Agustus 2019

Resign: Cara Gila Meninggalkan Pekerjaan!

resign-novel resign-almira bastari


Dunia Resensi - Resensi novel Resign 

“Sesibuk-sibuknya cungpret, kami masih punya waktu buka media sosial—terutama untuk ngecek gosip.” —Cungpret Senior


Resign!
Kira-kira kalau baca judul buku seperti di atas, kalian bakal mikir apa? Buku tentang tips & trik resign-kah? Ternyata bukan lhooo. Buku kuning ini adalah novel metropop yang ngepop abis, karya Almira Bastari.

Siapa sih, Almira Bastari si penulis Resign ini? Gini, aku ceritain sedikit. Almira ini bisa dikatakan penulis baru yang lumayan memiliki pembaca. Terbukti dari followersnya di salah satu platform menulis online—wattpad—yang mencapai ribuan. Lalu, dia menambah catatan ke-famous-annya setelah mencetak buku perdananya berjudul Melbourne Wedding Marathon yang terjual ribuan eksemplar. Wow!

Kalau kalian penasaran sama buku pertamanya, bisa akses ke duniaresensi.com di sana aku pernah buat resensinya.


Balik lagi ke buku kuning bernama Resign! Ini. Masih mengusung tema yang sama, yaitu metropop, kali ini Almira menceritakan persaingan ketat keempat cungpret (kacung kampret) di salah satu kantor konsultan. Anehnya, mereka berempat justru bersaing untuk resign duluan. Lho, kenapa kok malah saingan mau resign? Nanti ya, kita bahas setelah kenalan sama mereka.

Cungpret #1: Alranita
Pegawai termuda yang tertekan akibat perlakuan semena-mena sang bos.

Cungpret #2: Carlo
Pegawai yang baru menikah dan ingin mencari pekerjaan dengan penghasilan lebih tinggi.

Cungpret #3: Karenina
Pegawai senior yang selalu dianggap tidak becus tapi terus-menerus dijejali proyek baru.

Cungpret #4: Andre
Pegawai senior kesayangan sang bos yang berniat resign demi menikmati kehidupan keluarga yang lebih normal dan seimbang.

Dan satu lagi,

Sang Bos: Tigran
Pemimpin genius, misterius, dan arogan, tapi dipercaya untuk memimpin timnya sendiri pada usia yang masih cukup muda.

Nah, yang terakhir ini nih, biang keroknya.

Punya bos ganteng dan genius ternyata tidak membuat mereka berempat betah di kantor. Hla iya gimana mau betah, kalau ternyata si bos arogannya selangit, terus nyiksa dengan pekerjaan yang selalu nggak pernah bener. Duh, mending buru-buru ngajuin surat pengunduran diri ya, kan?

"Saya nggak pernah menyuruh kamu lembur. Kalau kamu sampai lembur, justru saya harus bertanya, dari pagi ngapain aja?"
- Bos yang tidak ingin dibantah

Sayangnya, radar si Tigran ini kuat banget soal usaha resign para bawahannya. Mereka selalu gagal setiap kali merencanakan wawancara kerja. Makanya sampai dibuat taruhan. Siapa yang resign paling terakhir, dia yang traktir paling mahal. Haha. Pokoknya kocak parah kelakuan mereka berempat deh. Lucu banget kalau pada ngumpul dan saling curhat soal masalah masing-masing.

"Gosip itu seperti energi-tidak mungkin dihilangkan, tapi dapat berpindah atau berubah bentuk."
- Hukum Fisika Cungpret

Kisah aktivitas kantor dalam novel ini terdeskripsikan dengan detail dan mengasyikkan untuk dibaca. Twist para tokohnya enak untuk dinikmati. ditambah dialog-dialog yang konyol dan fresh, membuat novel ini bisa banget jadi bacaan yang menghibur. Cocok banget dibaca saat otak sedang butuh penyegaran.

Selanjutnya, novel metropop tanpa scene cinta-cintaan itu kurang greget donggg. Jadi, di novel ini juga disisipin kisah-kasih beraroma cinta. Eaaa haha. Yah, walaupun tetep yang mendominasi seputaran resign, tapi cerita cintanya lumayan menghibur juga kok. Kenapa kubilang lumayan, karena diceritakan buru-buru, seperti udah bangun kesiangan, ketinggalan angkot lagi. Nah, seperti itu. Terkesan dipaksakan.

Namun meskipun begitu, menurutku Almira menunjukan kemajuan yang signifikan dari novel sebelumnya. Yah, biarpun masih aja ada beberapa kesalahan ya. Seperti di halaman 192, ada 3 paragraf berulang-ulang. Kemudian halaman 150, yang pas ketemu Arya. Pertamanya dia bilang, “Untung gue dua minggu lagi nikah. …”, namun di paragraph selanjutnya dia bilang, “Parah, parah! Gue baru mau nikah minggu depan”, yang benar yang mana?

But overall, this is a-must-read book! Nggak bikin bosen dan ngangenin. Satu lagi yang bikin novel Resign ini lebih classy adalah adanya quotes ngawur tapi bener di setiap babnya. Haha.
Selamat membaca, semoga terhibur dengan Tigran dan keempat cungpretnya.


Judul: Resign

Penulis: Almira Bastari
Editor: Claudia Von Nasution
Desain sampul: Orkha Creative
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal Buku              : 288 halaman
Tahun Terbit          : Januari 2018
ISBN                           : 9786020380711
Genre: Metropop






Read More

Selasa, 06 Agustus 2019

Reem: Ketika Cinta dan Maut Saling Bertautan

reem, novel-reem, sinta-yudisia


Resensi Novel Reem - 

“Apakah maut dan desing peluru ini akan mematahkan cintamu?”


Sebenarnya aku nggak tau mau nulis resensi seperti apa, tapi baiklah aku akan mengajak kalian mengintip sedikit isi novel Reem ini.

Sebelumnya, mari kenalan dulu dengan sang penulis. Mbak Sinta Yudisia ini seorang penulis, psikolog, dan juga trainer kepenulisan. Asalnya dari mana? Mbak Sintia asli wong Jowo, dia lahir di Jogja tanggal 18 Februari 1974. Nah, novel Reem merupakan buku ke 61 dan novel ke 19 dari dia. Jadi, kalau kalian belum kenal siapa Sinta Yudisia, kasian sekali. :)

Sebenarnya Reem ini novel apa sih, Na? Apa ya, romance iya, historical iya, islami iya, jadi sebut saja novel romance historical islami. Haha.

Awal tertarik baca karena nggak sengaja ketemu di toko buku. Melihat sampulnya bertuliskan “inspired by true story” membuatku tak pikir panjang lagi untuk mengangkutnya pulang. Dan ternyata, aku nggak menyesal sama sekali beli buku ini.

Mengisahkan Reem, gadis berdarah Palestina-Indonesia yang tinggal di Maroko. Duh, dengar ketiga nama negara itu saja aku sudah merinding.

Jadi Reem ini benar ada dan hidup di Maroko sana, tapi tidak 100% cerita di novel ini nyata, ya. Sebagian lainnya hanyalah karangan.

Ayah Reem orang Palestina—Gaza—sementara ibunya berasal dari Kalimantan, Indonesia.

Ceritanya Reem ini gadis tangguh dengan sejuta rahasia. Penghafal Quran sejak usia 11 tahun. Menekuni sastra, sejarah dan berharap bisa menjadi seorang mufassir. Di lembar-lembar awal buku ini, pembaca akan dibuat haru dengan kisah masa kecil Reem.

Selanjutnya, cerita kehidupan nggak lengkap kan tanpa cinta? Jadi di buku ini dikisahkan Kasim, pemuda Indonesia yang jatuh cinta pada Reem saat berorasi di depan gedung parlemen di Rabat. Di awal perkenalan, Kasim meminta bantuan Reem dalam melakukan penelitian tesis tentang Palestina.  Mereka banyak berdiskusi tentang Palestina, dari sejarah tiga agama, perang yang memilukan, anak-anak dan ibu-ibu yang pemberani dan kisah hidup Baba, Ummi dan Reem di tanah para Nabi. Kurang lebih begitulah. Sampai akhirnya mereka jatuh cinta.

Alya dan Ilham yang konyol, kocak, senang bertikai dan ramai kalau bertengkar—Alya ini adiknya Kasim. Di scene Alay-Ilham, pembaca akan dibuat tertawa, kesal, dan juga gemas. Penulis bisa sekali memainkan emosi pembaca. Campur aduk seperti gado-gado. Lalu juga Dokter Salim Aziz yang turut jatuh hati pada Reem. Siapa Dokter Salim ini? Baca bukunya, ya. Hihi.

Selain kisah cinta, setting Marokonya dapet banget. Reem yang diceritakan seorang mahasiswi sejarah banyak bercerita dan menjelaskan tentang tempat-tempat bersejarah di Maroko. Kota-kota indah seperti Rabat, Fez, Marrakesh menjadi bagian di dalamnya. Tapi, ada satu tempat yang menjadi favoritku di novel Reem ini. Sebuah jalan bernama Rue Sukarno. Betapa negarawan bangsa ini begitu dihormati di mata dunia.

Lalu, di bagian akhir novel ini bercerita tentang kematian. Terkadang yang sakit tidak meninggal di awal, malah yang tidak sakit bisa meninggal lebih dulu. Ya, novel ini bercerita tentang Palestina, Cinta, dan Kematian.

Oh iya hampir lupa, bagian menarik lainnya adalah puisi-puisi Reem yang dalam dan menghanyutkan. Novel ini sangat direkomendasikan bagi kamu yang menyukai genre romance islami.


Sekian resensi Novel Reem kali ini, semoga bisa menjadi gambaran sebelum membelinya. Jadi, selamat membaca dan terhanyut.



Noted: Novel Reem menjadi pemenang fiksi dewasa terbaik di Islamic Book Fair Award 2018


Penulis: Sinta Yudisia

Penyunting naskah: Irfan Hidayatullah
Cetakan: 1, Agustus 2017
Penerbit: PT Mizan, Bandung
Tebal halaman: 352 halaman
ISBN: 978-602-6716-11-8





Read More

Senin, 05 Agustus 2019

Dia adalah Kakakku - Tere Liye

Dia-adalah-kakakku, tere-liye, novel-tere-liye


Resensi Novel Dia adalah Kakakku -


Sebentar, sebelum mulai meresensi bukunya, aku mau cerita kalau ini buku kedua Oom Darwis yang aku baca. Sebelumnya aku belum pernah milirik karya beliau kecuali novelnya yang berjudul Pulang.

Jadi kenapa tertarik baca, Na? Karena, temanku nangis-nangis di coffeeshop dan diperhatiin banyak orang gara-gara baca buku ini. Kesannya seperti aku apakan saja. Dih! Padahal dia baper aja sama novel. Nah, setelah itu aku putuskan untuk membacanya juga.

Karena sepertinya kalian sudah tau siapa itu Tere Liye a.k.a Oom Darwis, maka kali ini kita skip saja bagian pengenalan penulis. Oke?

Lalu, kesan seperti apa yang aku dapat?

Katanya, novel Dia adalah Kakakku ini adalah wajah baru dari novel Bidadari-bidadari Surga. Sayangnya, aku belum begitu paham karena belum baca. Ada yang pernah baca?

Novel Dia adalah Kakakku bercerita tentang seorang kakak yang rela berkorban untuk membiayai adik - adiknya sekolah.

Diceritakan Laisa kecil memutuskan untuk berhenti sekolah dan bekerja keras di ladang membantu mamaknya.

Sangat banyak pengorbanan yang diberikan Laisa demi adik-adiknya.  Dia bahkan nekat menghadapi harimau Gunung Kender demi menyelamatkan Ikanuri dan Wibisana, dua sigung nakal yang lari dari rumah.

Dia bahkan rela menembus hujan di tengah malam melewati bukit demi menyelamatkan Yashinta yang tengah sakit keras.

Dia juga berani membela Dalimunte di depan seluruh warga dalam pertemuan di Balai Kampung.

Laisa juga berani mengambil keputusan mencoba menanam strawberry di kampung mereka. Keputusan yang merubah nasib seluruh warga di kampung tersebut.

Hasil dari didikan keras Laisa, adik-adiknya berhasil meraih cita-citanya. Dalimunte berhasil menjadi professor ternama, Ikanuri dan Wibisana memiliki bengkel modifikasi mobil balap, dan Yashinta menjadi sarjana biologi lulusan Belanda.

Namun bagaimana dengan nasib Laisa?

Selain rela berkorban, novel ini juga mengajarkan arti menerima, definisi kerja keras, sifat kekeluargaan, kebersamaan, rasa kehilangan, kesederhanaan, berbakti, dan perjuangan. Seperti biasa, Tere liye menyajikan cerita mendidik dengan menyelipkan makna - makna dari kehidupan.

Alur campuran khas Tere Liye juga menarik, gaya mendongengnya itu menghanyutkan. Mengaduk-aduk emosi pembaca. Antara terharu, sedih, kesal, lucu, sesekali tertampar akan kenyataan.

Setting tempatnya pun sangat hidup. Seperti keadaan di Lembah Lahambay yang terkesan begitu nyata. Seolah penulis benar-benar menyaksikan langsung dan membagikan ceritanya pada pembaca.

Penokohan, ah, yang satu ini jangan diragukan lagi. Tokohnya hidup dan memiliki karakter, mudah diingat dan memiliki ciri.

Terlepas dari semua keistimewaan isi buku Dia adalah Kakakku ini, di halaman 106 terdapat kesalahan penulisan yang mengakibatkan salah makna, "Juwita dan Delima memutuskan untuk tidak banyak berdebat lagi. Membiarkan saja putri-putri tunggal mereka membawanya...". Sedangkan, Juwita dan Delima adalah anak Wulan dan Jasmine. Sehingga, pada kalimat tersebut nama Juwita dan Delima harusnya diganti menjadi Wulan dan Jasmine.

Namun, meskipun demikian tidak mengurangi makna cerita yang ingin disampaikan penulis. Sebuah perjalanan hidup yang bisa kita teladani dan ketahui bahwa diluar sana ada orang yang memikul beban hidup yang lebih besar daripada hal sepele yang sering kita keluhkan. 😉


"Pulanglah, anak-anakku! Untuk pertama dan terakhir kalinya, kakak kalian membutuhkan kalian." Dia adalah Kakakku, hal 3.


Penulis: Tere Liye

Editor: Andriyati
Penerbit: Republika
394 halaman
Cetakan kedua, November 2018
ISBN: 978-602-5734-37-3





Read More

Sabtu, 03 Agustus 2019

Menjadi Gadis Manis yang Dicintai: Review The Lovable Lady Formula

Review The Lovable Lady Formula -

Seorang Lovable Lady, adalah wanita yang memiliki kekuatan. Kekuatan untuk memancing, memikat, merayu, menggoda, menghipnotis, menyihir, menarik, merasuki, mengikat, menghanyutkan. Wow!


buku cinta-romansa-nonfiksi-pink


Penulis:
- Jet Veetlev
- Kei Savourie
- Lex dePraxis
Editor: Yulian Masda
Penerbit: PT Elex Media Komputindo
ISBN: 978-602-04-0005-1
Cetakan keempat: September 2018

“Be your best self”

Halo, Girls, mau tau caranya jadi playgirl nggak? Wkwk. Bercanda eh!
Nggak, aku cuma mau ngasih tau sedikit isi buku yang covernya comot-able ini kok. Sedikit apa banyak, ya?

Jadi begini, beberapa waktu lalu seorang teman merekomendasikanku buku ini. Nah, kebetulan banget sorenya langsung kucari tuh. Tapi setelah muter-muter nggak dapet juga, segala ribut sama Mbak Mbaknya yang bantu nyari lagi. Katanya sudah nggak terbit lagi bukunya. Tapiii, ternyata keberuntungan berpihak padaku. Bukunya nyempil di rak paling bawah deretan Self-improvement. Wkwk drama yak!
Read More

Selasa, 30 Juli 2019

Mark Manson: Seni Bersikap Bodo Amat


seni-bersikap-bodo-amat


Review Seni Bersikap Bodo Amat

Dalam hidup ini, kita hanya punya kepedulian dalam jumlah yang terbatas. Makanya, Anda harus bijaksana dalam menentukan kepedulian Anda.” Mark Manson, Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat.



Penulis : Mark Manson

Editor : Adinto F. Susanto
Penerbit : Grasindo
Halaman : 246 hal
ISBN : 978-602-452-698-6
Kategori : Self Improvement
Pertama Terbit : Februari 2018
Alih Bahasa : F. Wicaksono



Blurb :

Dalam buku pengembangan diri yang mewakili generasi ini, seorang blogger superstar menunjukan pada kita bahwa kunci untuk menjadi orang yang lebih kuat, lebih bahagia adalah dengan mengerjakan segala tantangan dengan lebih baik dan berhenti memaksa diri untuk menjadi “positif” di setiap saat.

Oke, sebelum aku mulai bahas soal buku orange ini, aku mau ajak kalian kenalan sama Mark Manson.
Siapa dia? Mark Manson adalah blogger kenamaan New York dengan jutaan pembaca. Dia memulai kiprahnya di dunia digital tahun 2009 dan Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat  merupakan buku pertamanya. Terbit tahun 2016 di negara asalnya dan keluar versi Indonesia tahun 2018. Tapi, kalian tau nggak, kalau dari pertama terbit versi bahasa Indonesianya sampai saat aku nulis artikel ini, bukunya sudah 17x naik cetak. Wow! 17x cetak ulang!
Bukan cuma itu aja, buku yang berjudul asli The Subtle Art of Not Giving a F*ck ini juga dinobatkan sebagai buku terlaris versi New York Times dan Globe and Mail. Sebenarnya apa sih, yang istimewa dari buku ini?

Oh iya, tunggu dulu. Sesuai label yang tertera di sampul belakangnya. Buku ini memang disarankan untuk usia 17+ karena bahasa yang digunakan tergolong frontal. Aku saja harus mengulang beberapa kalimat untuk memahami maksudnya.

Oke langsung saja,
Check this out!

Read More

Rabu, 27 Februari 2019

Melbourne (Wedding) Marathon by Almira Bastari

Melbourne (Wedding) Marathon by Almira Bastary

“No, I am not jealous. I just want a love like that. Yes, like that.”



Judul Buku: Melbourne (Wedding) Marathon
Penulis: Almira Bastari
Editor : Cicilia Prima
Genre: Fiction & Literature, Novel, MetroPop, Romance
Tebal: 228 halaman
Penerbit: Gramedia Widiasarana Indonesia
Cetakan pertama : Juli 2017





Blurb Melbourne (Wedding) Marathon:


Sydney Deyanira
Wanita cerdas, mandiri, ambisius, dan perfeksionis. Sydney merasa patah hati ketika sahabat yang ia kencani selama satu semester terakhir memilih berpacaran dengan orang lain. Dijuluki sebagai ahli percintaan prematur, Sydney mulai berpikir untuk melakukan apa yang tidak pernah ia lakukan sebelumnya, menjalin hubungan palsu dengan orang baru.

Anantha Daniswara
Pria sukses, arogan, suka bergonta-ganti pasangan namun masih belum berdamai dengan masa lalunya. Demi memenuhi tantangan mantan pacarnya, Anantha nekat meminta pelayannya sendiri untuk menjadi kekasihnya. Melbourne bukan kota cinta dan jauh dari kata romantis. Sebagai kota yang paling nyaman ditinggali di dunia, Melbourne menjadi awal baru bagi dua insan yang tertekan dengan rentetan pesta pernikahan!


Read More

Review Novel THE WANKER - AliaZalea


review novel the wanker aliazalea

Review Novel THE WANKER karya AliaZalea - “I don’t just love her. I want to date her, take care of her, support her, be there for her, and beat the shit out of Bobby if he ever shows his face again... I want to do everything with her,” hal ~310




Penulis : AliaZalea Editors : Harriska Adiati & Claudia Von Nasution
Genre : Romance, Metropop
ISBN : 9786020620503
Halaman : 328 hlm.; 20cm


Blurb Novel THE WANKER:


Lu baru pindah ke apartemen barunya dan ada tiga hal yang dia sadari. Pertama, apartemennya berhantu; kedua, dia tidak bisa hidup tanpa Lola, terrier-nya; ketiga, tetangga depannya, Nico, adalah seorang bajingan alias wanker. A very hot and very famous wanker, but still a wanker.

Tetapi suatu insiden membuat Lu menemukan seorang teman pada diri Nico. Lu menyadari mereka memiliki banyak kesamaan, dan mungkin Nico tidak se-wanker itu. Sayangnya, kesalahpahaman terjadi, sehingga Lu harus mempertanyakan lagi anggapannya tentang Nico. Karena ternyata tetangganya bukan saja seorang wanker, tapi superwanker.


Review Novel THE WANKER karya aliaZalea:


Di sampul depan novel ini jelas tertulis seperti apa kualitas si penulis. Ya, memang benar. Siapa yang tidak kenal aliaZalea? Wanita berzodiak taurus itu memang sudah melahirkan banyak novel bestseller. The Wanker sendiri merupakan novel kedua Pentagon series. Setelah sebelumnya Kak Alia mengisahkan Tarran sang leader Pentagon dengan pacarnya Lea, di novel Boy Toy. Kini Kak Alia datang membawa cerita Nico —bapaknya the boys— dengan tetangga depan apartemennya.

Novel ini diawali dengan cerita Nico yang gagal move on dari pacar sebelumnya, —Denok. Dilanjutkan dengan kepindahan Lu ke apartemen depan Nico dan sebuah kebetulan terjadi. Bau parfum Lu sama dengan bau Denok membuat Nico sebisa mungkin menghindari Lu.

Tapi suatu pagi di depan lift, Nico melakukan kesalahan fatal dan membuat Lu marah besar. Tidak hanya sampai di sana, hubungan keduanya membaik setelah Nico bertemu Lu di gym dan mengutarakan permintaan maaf secara langsung. Kemudian konflik kembali terjadi dan boom! Meledak lebih besar.

Dari dulu aku sudah suka dengan cara bercerita Kak Alia. Konflik yang ringan namun dikemas dengan menarik. Chemistry antara tokoh sangat kuat meskipun tidak banyak berinteraksi secara langsung. Mengalir lancar seperti air. Tidak hanya membuat baper, tapi juga deg-degan dan lucu.

Tidak hanya membahas soal cinta tapi juga menggambarkan sebuah keluarga, dan persahabatan. Seperti hubungan Lu dangan Kafka —kakaknya. Kalau kalian baca novel Kak Alia yang Crash into You, kalian bakal kenal sama kakaknya Lu ini.

Juga support the boys untuk masing-masing personel sangat terasa. Sangat solid meskipun dengan perbedaan mereka. Seperti kata Pierre di halaman 286.
“All for one, one for all, guys.”

Di akhir cerita aku dibuat tertawa terbahak-bahak sama kelakuan Lu-Nico saat membuat kesepakatan. Haha.
Yah, meskipun tau mau dibawa ke mana cerita ini, tapi aku cukup puas dengan jalan ceritanya. Lebih puas daripada Boy Toy, seri Pentagon pertama yang terkesan datar. Menurutku the Wanker lebih menggebrak!

Sedikit kekurangannya, kalau kalian jeli membaca bakal ketemu sedikit typo. Dan juga, menurutku karakter Lu dan Nico ini digambarkan sedikit kontradiktif.
Katanya, Lu adalah pemilik kelab malam. Tapi, kenapa Kafka harus ribut ketika Lu mengatakan akan tinggal sendiri dan pindah ke apartemen yang sepi? Kalau dipikir bukannya Lu sudah terbiasa? Dan lagi, katanya Lu ini wanita yang independen, smart dan kuat. Tapi yang aku tangkap dia ini berada di bawah bayang-bayang Kafka.

Lalu, karakter Nico. Kalau ingat Nico, dia itu manja banget. Pengen uwel-uwel rasanya. Dia bilang, dia ingin membuat Denok menangis karena melihat Nico yang sekarang semakin Hot! Tapi yang selanjutnya terjadi dia tidak suka terlihat hot. Entahlah. Satu lagi, terlalu banyak umpatan di novel ini, atau mungkin memang begitu karakter yang sedang ingin dibagun Kak Alia.

So, aku tidak menyesal membaca karya-karya Kak Alia. Selalu berkesan. Tapi, jangan lupakan lebel 17+ di sampul belakang buku ini, ya. Karena memang ada beberapa adegan yang, err... 17++

3.5 ⭐ untuk novel kece ini.
Ditunggu seri Pentagon selanjutnya. Apakah akan mengisahkan Adam dan tunangannya Zi?



Read More